Dalil Lendir

Sabro sekarang nampak selalu berapi-api ketika kegiatan rutinitas kami, ngerokok, ngopi, ngemil singkong rebus digelar setiap saat. Denger-denger siyh, Sabro kini telah memiliki pujaan hati, sang kekasih hati. Senang rasanya melihat temen ku senang. Tapi sampai saat ini aku dan Sapri  belum pernah  tau siapa perempuan yang berhasil dikadali sama si Sabro itu.

Sempet dapat kabar dari temen-temen lain, kalau sabro ternyata pacaran sama perempuan yang sudah bersuami, istri orang. Deer…. Apa betul Sabro sebedebah itu? Ah, itu hanya orang-orang yang syirik saja dengan Sabro, pikirku.

Sabro masih sering bergumul dengan aku dan Sapri. Tapi memang beberapa moment yang biasanya kita habiskan ber tiga, Sabro mengajukan surat cuti, karena “Aku mao indehoy dulu, Kang, pri,”katanya.

Tanpa disengaja, aku dan Sapri ngeliat Sabro di suatu tempat yang sejatinya tempat baru yang kami datangi. Ngeliat Sabro menggandeng mesra seorang yang aku yakin adalah berjenis kelamin perepuan, kami berniat untuk menjaili Sabro. Tapi sekitar 10 meter dari arah Sabro, kami mengurungkan niat untuk menjaili si Sabro, dan berniat untuk memanggil Sabro ke kontrakan ku esok harinya.

Persis setelah ashar, Sabro datang ke kontrakan ku dengan gayanya yang khas. “Gimana kabar Kang, Pri? Kemarin main kema..?” belum juga Sabro beres ngomong, tau-tau Sapri nyerobot omongnnya. “Bro, ternyata bener yang aku dengar selama ini. Kamu pacaran sama isri orang Bro?” sambar Sapri memotong omongan Sapri. “Lha, maksudnya apa ini kang? Koq Sapri jadi kesurupan begini ini bagaimana Kang?” kata Sabro sperti biasa ketika di hantam sapri.

“Jangan banyak omong kamu Bro. sekarang juga, kamu hentikan hubungan kamu dengan istri orang itu, kecuali kalau kam…” kali ini Sabro yang memotong “Kecuali kalau kamu apa? Kamu ini syirik Pri, sama aku? Mau aku hubungan sama istri orang atau pun sama siapa itu, itu hak saya Pri. Itulah misteri cinta, Pri. Asal kamu tau, perempuan itu hanya medapatkan Cinta dari aku. Dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari suaminya,”sergah Sabro.

“Heh Bangsat, kamu bilang itu Cinta? Cinta Tai kucing kau bilang. Madzhab Cinta mana yang kamu pake, hah?”

“Asal kamu tau Pri, tidak ada seorang pun yang bisa mengendalikan hati, tidak ada satu orang pun. Camkan itu,”balas Sabro

Aku yang dari tadi cuma jadi pendengar, mencoba angkat bicara. “Bro,  aku ngga tau apa itu madzhab Cinta, filosofis Cinta itu seperti apa, tapi Bro, coba kamu posisikan diri kamu sebagai suami dari perempuan itu. Kamu mencintai istri kamu, tapi ada laki-laki lain yang mencoba masuk. Bagaimana kalau seperti itu?” paparku

“Kang, sudah lah Kang jangan banyak omong. Yang pasti aku cinta pacarku, dan pacarku pun cinta sama aku. Apakah dia punya suami, persetan dengan itu,”balas Sabro.

“Anjing Kau Bro! keluar kau dari kontrakan ku dan jangan sekali-kali injak lagi konrakan ku ini,”dampratku ke Sabro ngga bisa nahan emosi.

“Bro, asal kamu tau, dulu aku pasang badan ngebela kamu. Tapi sekrang, aku di garis depan melawan kamu,”timpal Sapri.

“Bangsat semua kalian berdua! Yang ada Syirik di kalian semua. Tidak sudi, aku jadi temen kalian yang memiliki penyakit Syirik yang akut,”tidak mau kalah Sabro mengumpat kami.

“Anjing kau, enyah dari sini!” kata Sapri Sambil melayangkan kepalan tangan ke arah muka Sabro. Sabro, yang mendapatkan bogem metah dari Sapri dengan terhuyung meninggalkan kontrakan aku.

Setelah kejadian itu, kami tidak pernah lagi ketemu Sabro. Kata temen-temen di kontrakan nya pun, Sabro sudaha pindah…

Ah Sabro, demi Tuhan, bukan maksud kami untuk menyakiti kamu Bro. Demi Tuhan, kami hanya tidak mau kamu berjalan di jalan yang tidak terpuji Bro. Hanya itu. Kami menyayangi kamu Bro, dan kami akan membela kamu sampai kapan pun, asal tidak untuk memacari istri orang dengan menggunakan dalil untuk lendir, Bro….

Sabro, semoga kau baik-baik saja. do’aku untuk mu Bro

~ oleh abes08 pada 31 Juli 2010.

2 Tanggapan to “Dalil Lendir”

  1. Hmmmm….

    Memang hanya Allah yang bisa menggerakkan hati kita. rasa suka emang ga bisa dihalang-halangi.tapi kita bisa loh mengelola hati kita. lagian kita kan masih bisa mengedepankan logika saat kita melakukan sesuatu, atau mengambil keputusan. Sulit memang…tapi itulah hidup. penuh dengan pilihan sulit. makanya, skali2 posisikan diri kita di posisi orang lain. Jangan sampai kesadaran itu datang ketika karma sudah menyapa kita. Naudzubillah…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.