Senyum Manis itu, Tak Manis Lagi

Suatu sikap yang cenderung sangat mudah dilakukan adalah senyum. Meskipun mudah, namun Tuhan menganggap senyum itu adalah sesuatu yang besar, yang di sepadankan dengan suatu amalan ibadah. Tentunya seyum yang tulus ikhlas dari si pemberi senyum, senyum yang benar-benar merupakan sebuah pancaran dari hati sanubari, bukan senyuman yang atas nama selain kasih sayang terhadap sesama.

Sangat mudah untuk mendapatkan senyum dari oraang-orang, tapi itu dulu. Sekarang, sangat sulit untuk bisa menikmati senyum dari banyak orang, senyum yang penuh dengan arti persaudaraan yang hakiki. Bahkan, kalaupun senyum itu bisa kita jumpai, tapi sangat tidak menutp kemungkinan tidak bisa dinikmati.

Dengan hanya kita singgah sejenak di pasar-pasar modern, kita akan sangat mudah mendapatkan senyum dari si pelayan di sana. Senyum seorang pelayan yang sesungguhnya manis, bahkan mungkin sangat manis karena dipadu dnegan kecantikan meraka yang sangat indah. Tapi, apakah kita lantas bisa menikmati senyuman itu sebgai sebuah senyum penuh kasih saynag dan arti persaudaraan? Semoga seperti itu.

Aku, dan mungkin kami, kita semua mengharapkan senyum yang diberikan itu benar-benar senyum yang ikhlas. Bukan hanya sekedar sneyum karena sebuah system, yang sejatinya, tidaka sesuai dengan system pada diri organ si pemberi senyum itu. Dengan penuh pengharapan, senyum yang diberikan oleh makhluk tuhan yang sexi itu, sama nilainya dengan senyuman yang diberikan oleh Mba-Mba, Mbok-Mbok di pasar tradisonal, yang penuh keikhlasan kepada pembeli.

Senyuman yang ikhlas dari mereka yang ada di pasar tradisonal, sanggup menutupi raut muka mereka yang nampak lelah beraktifitas. Senyum yang sungguh membawa ketenangan bagi aku, sang pembeli. Senyum yang penuh dengan arti persaudaraan, dengan uluran tangan dan ucapan terima kasih yang tulus. Sebuah sikap yang keluar dari sebuah system yang fitri, system yang suci, jiwa kemanusian yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang.

~ oleh abes08 pada 2 September 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.