<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Madzhab CINTA</title>
	<atom:link href="http://niesta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niesta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Sep 2011 08:12:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='niesta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Madzhab CINTA</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://niesta.wordpress.com/osd.xml" title="Madzhab CINTA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://niesta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mungkin&#8230;.</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2011/05/02/mungkin/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2011/05/02/mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 13:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku tak jumpa Sabro, temen setiaku selain Sapri  sampai suatu sore dia datang menghampiri ku. Ah, ada sesuatu yang aneh aku liat pada Sabro. Dia nampak goyah ketika melangkah menuju tempat ku. “assalamu’alaikum, Kang” satu yang masih melekat pada diri Sabro, selalu ucap salam ketika masuk rumah orang lain. “Alaikum salam, Bro. Gimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=200&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku tak jumpa Sabro, temen setiaku selain Sapri  sampai suatu sore dia datang menghampiri ku. Ah, ada sesuatu yang aneh aku liat pada Sabro. Dia nampak goyah ketika melangkah menuju tempat ku.</p>
<p>“assalamu’alaikum, Kang” satu yang masih melekat pada diri Sabro, selalu ucap salam ketika masuk rumah orang lain.</p>
<p>“Alaikum salam, Bro. Gimana kabar? Hayo masuk lah&#8230; kemana aja Kau bro?’ sergahku. Tapi Sabro nampak tetap bergeming. Satu pemandangan yang aneh lagi pada Sabro setelah lama tak pernah ngerokok bareng.</p>
<p>Akupun merasa canggung dengan keanehan Sabro. Masih dengan ke mumet an, aku suguhkan kopi item dan rokok, yang memang sudah kewajiban ketika temen ku datang. Tapi tetep, Sabro diem dan semakin nampak entah apa di raut muka nya. Pucat dan nampak terpukul, muka nya mengisyaratkan itu.</p>
<p>“kang&#8230; Entah mungkin ini sudah konskwensi logis dari kelambanan Kang..” setelah cukup lama diem, akhirnya Sabro buka mulut.</p>
<p>“Maaf, maksudnya apa Bro?” karena emang belum tau arah pembicaraan, aku coba cari tau maksud ucapannya itu.</p>
<p>“Kang, ketika aku berfikir ini yang terakhir dalam hidup ku untuk kemudian menjalani perjalanan bersama dia, tapi ternyata Tuhan terlalu kuat untuk dibantah. Dadu Tuhan terlalu kuat untuk aku ambil alih dan lemparkan sesuia keinginan ku Kang,” panjang Sabro bertutur. Tapi aku masih belum mengerti arah pembicaraan dia.</p>
<p>“Maaf Bro, aku masih belum ngerti&#8230;” lagi aku cari tau maksud Sabro itu.</p>
<p>“Kang.. Akang tau khan, perempuan yang aku ceritakan itu. Yang aku sangat ingin dia adalah orang terakhir, yang kemudian berjalan bersama dia?” sadar dengan ke-belum mengertian ku, Sabro kembali mengulang ihwal cerita yang memang pernah diceritakan kepada ku.</p>
<p>“Oh iya, iya Bro.. bagaimana? Kenapa dengan dia?” tanya ku setelah aku mengerti maksud pembicaraan dia.</p>
<p>“Kang, setelah aku yakin kan diri untuk mencoba jujur, tenyata Tuhan tidak berkehendak, kang. Dengan penuh ke-sopan-an dan ke-ramah-an, dia lemparkan alasan yang memang sengaja membuat aku tenang, tidak tersingung, Kang” kali ini Sabro diem. Entah apa yang dia pikirkan. Yang pasti matanya sudah mulai lebih cepet dia kedipkan.</p>
<p>“Kang.. entahlah Kang&#8230; setelah aku mencoba untuk memastikan, tapi ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Ya, dia perempuan yang aku hormati, yang aku segani, memang lebih pantas untuk mengisi hari dengan orang yang memang lebih dari segala-galanya dari aku kang&#8230;” mencoba menjelaskan dengan menggigit bibir bagian bawah, aku liat Sabro</p>
<p>Kali ini aku paham. Ada nanar dari suaranya yang aku rasakan. Nanar dan sedikit bergetar. Dan aku pun entah, tidak bisa membayangkan kalau memang aku ada di posisi dia.</p>
<p>Ya, perempuan yang memang istimewa di mata Sabro itu, yang diagungkan ternyata kemungkinan tidak bisa untuk mendampingi Sabro, mengingatkan Sabro dan menguatkan Sabro.</p>
<p>Nampak jelas keterpukulan pada diri Sabro. Sabro yang bagiku adalah sosok yang amburadul itu, ah.. aku tidak tau apa yang dipikirkannya&#8230; dan aku pun tidak berani menatap wajah Sabro yang dengan segala kemampuan dia mencoba menahan air mata meskipun aku tau, matanya mungkin sangat panas untuk menahan gempuran air mata itu.</p>
<p>‘Kang, Saya pamit Kang&#8230; Saya belum kelar mengerjakan kewajiban sehari-hari ku&#8230; monggo Kang.. assalamualakuim” aku yang mendengar ucapannya masih dengan penuh ke nanar an, hanya bisa menjawab salam dia&#8230;</p>
<p>Diam-diam aku pun terbawa suasana Sabro. Sabro yang dengan keterabatasan dan kekurangannya, memiliki impian kelak di hari menjelang tuanya bisa didampingi oleh perempuan yang bisa mengingatkan dia, bisa menjadi tempat berlabuh dia, kini mungkin tidak dia dapatkan..</p>
<p>Ah Sabro, beri kesempatan padaku untuk tetap menjadi temen mu, Kawan&#8230; aku mungkin tidak bisa memberikan solusi atas masalahmu.. tapi, aku sangat ingin kau masih nganggap aku sebagai temen mu&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=200&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2011/05/02/mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAMIT</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2011/03/27/pamit/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2011/03/27/pamit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 07:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[PAMIT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu (26/3) adalah hari terakhir aku menginjakan kaki di kota yang selama sekitar 3 tahunan aku diami. Teng jam 11.00 dengan bis yang akan mengantarkanku ke kota asalku, aku mencoba untuk bisa katakana ‘ya, aku memang harus meninggalkan kota yang mewarnaiku selama 3 tahunan itu dan kembali ke kota asalku, ke pangkuan ibuku yang usianya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=196&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu (26/3) adalah hari terakhir aku menginjakan kaki di kota yang selama sekitar 3 tahunan aku diami. Teng jam 11.00 dengan bis yang akan mengantarkanku ke kota asalku, aku mencoba untuk bisa katakana ‘ya, aku memang harus meninggalkan kota yang mewarnaiku selama 3 tahunan itu dan kembali ke kota asalku, ke pangkuan ibuku yang usianya sudah beberapa tahun pensiun, andaikan saja beliau PNS’  Tapi tetep, leherku tak bisa aku pancangkan dengan tegak untuk tidak menoleh. Dalam itungan detik, aku tetap seperti digerakkan oleh kekuatan yang luar biasa untuk menoleh ke belakang.. ya, Dia yang mengantarkaku dan menemaniku menunggu Bis yang akan mengantarkan ke kota Majalengka, telah akan hilang di telan tikungan.  Dan ketika melintas di perempatan yang tidak jauh dari tempat aku tiap hari menjalankan aktifitas, lagi-lagi aku tak bisa untuk tetep menegangkan otot leherku untuk menengoknya. Dan getir itu kembali menyeruak.  Sejatinya, HP ku pun ingin aku matikan saja, agar aku tidak bisa menghubungi mereka lagi, temen-temen ku yang penuh dengan kehangatan bersedia berbagi. Tapi, lagi-lagi aku tak kuasa untuk mengencangkan tangan untuk tidak mengirim SMS PAMIT kepada mereka. Dan balasan-balasan yang masuk ke HP, Sungguh sangat ‘tidak aku suka…’ mereka katakan kata-kata yang semakin membuat mataku terasa panas, saip menggenangi aliran air mataku..  Ah, Kawan.. SMS yang kau kirimkan itu, sungguh aku syukuri di sela-sela ‘ketidak suakaanku.’   ‘sanaos raga paanggang, tapi tali silaturahmi tetep manteng.  Do’a kami selalu menyertaimu kawan..! semoga berkah Allah menyertaimu kenangan bersamamu adalah motivasi bagi kami sukses n sehat selalu,   Pertanggung jawabkan SMS mu   Hade di jalan Jang, tong loba kabawa nu teu paruguh’   adalah sebagian SMS yang melepas kepergianku… belum lagi status yang memang diarahkan kepadaku…   Aku janji, aku akan menjadi Elang yang melintasi siang-malam.. menembus alam…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=196&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2011/03/27/pamit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Open Mind, Open Book</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/12/25/open-mind-open-book/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/12/25/open-mind-open-book/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 04:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Menulis, adalah salah-satu saat-saat ketika sisi kemanusiaan kita sebagai khalifatu fi al-ardhi, berada pada sissi mendekati kesempurnaan. Dari menulis juga akan berdampak luas pada sendi-sendi lainnya. Dengan menulis, ayat-ayat Tuhan baik yang sifatnya tersurat, maupun tersirat, sedikit banyak akan terkuak. Di sanalah sisi lain dari indahnya menulis. Terlepas dari apakah tulisan kita mendapatkan apresiasi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=188&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis, adalah salah-satu saat-saat ketika sisi kemanusiaan kita sebagai <em>khalifatu fi al-ardhi</em>, berada pada sissi mendekati kesempurnaan. Dari menulis juga akan berdampak luas pada sendi-sendi lainnya. Dengan menulis, ayat-ayat Tuhan baik yang sifatnya tersurat, maupun tersirat, sedikit banyak akan terkuak. Di sanalah sisi lain dari indahnya menulis.</p>
<p>Terlepas dari apakah tulisan kita mendapatkan apresiasi dari pihak lain, berupa penghargaan, misalnya ataupun tidak. Yang pasti, dengan menulis, kita telah melaksanakan perintah Tuhan dalam Firman-Nya yang pertama kali di-wahyu-kan kepada Muhammad SAW, <em>Iqra</em>!</p>
<p><em>Ghirah </em>untuk terus menulis akan semakin besar, ketika<em><span style="text-decoration:underline;"> </span></em>ada penghargaan dari pihak luar.<span style="text-decoration:underline;"> </span>Dengan penghargaan yang diberikan akan menjadi stimuli tersendiri untuk terus dan terus menulis menggali berbagai sisi kehidupan. Penghargaan yang diberikan dari pihak luar itu lah, sedikit banyak mempengaruhi <em>minhaj </em> hidup seseorang.</p>
<p>Meskipun penghargaan bukan segala-galanya dari setiap prilaku, namun penghargaan yang diterima, akan menjadi kekuatan tersendiri untuk terus berkreasi dalam dunia tulis-menulis. Ada kekuatan yang maha dahsyat, ketika hasil karya dalam tulisan mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk terus menulis dan menulis.</p>
<p>Sehingga, bukan suatu hal yang berlebihan, ketika seseorang menjadikan “menulis adalah nadiku” sebagai Motto hidup. Karena hanya dengan menulis, maka kehidupan seseorang bukan hanya sekedar secara <em>jasadiyah </em>an sich, melainkan secara<em> hakiki </em>seseorang telah hidup, karena sedikit banyak telah mencoba dalam sebuah proses dari sebuah <em>khalifatu fi al-ardhi</em>, untuk menuju insan kamil, menuju <em>Mardlotillah</em> dan kemudian diseru  oleh Nya dengan seruan &#8220;<em>yaa ayyatuha al-nafsu al-muthmainnah. Irji’ii ilaa robbiki raadliyatan al-mardliyyah. Fa al-dkhulii fii ‘ibaadii wa al-dkhulii jannati.&#8221;</em></p>
<p>Dengan orientasi tersebut, maka hanya kebahagiaan yang ada, yang menyertai saat-saat beraktifitas, saat-saat menulis. Kebahagiaan secara psikis akan sangat mungkin diperoleh, dari sebuah aktifitas menulis. Kekayaan yang teramat agung di alam fana ini, sebuah kebahagiaan yang membawa ketenangan hati, <em>nafsu muthmainnah. </em></p>
<p>Dan dari sanalah, akan terbukti sebuah ungkapan &#8220;<em>Lembutnya Kekasih yang mengelus daguku dengan aroma wangi yang menghiasi, tidak akan bisa mengalahkan indahnya saat aku menemui Mu lewat menulis di malam hari, ketika orang lain terlelap dalam mimpiny</em>. <em></em>&#8220;</p>
<p>Open Mind, Open Book</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=188&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/12/25/open-mind-open-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyum Manis itu, Tak Manis Lagi</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/09/02/senyum-manis-itu-tak-manis-lagi/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/09/02/senyum-manis-itu-tak-manis-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 18:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Madzhab Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sikap yang cenderung sangat mudah dilakukan adalah senyum. Meskipun mudah, namun Tuhan menganggap senyum itu adalah sesuatu yang besar, yang di sepadankan dengan suatu amalan ibadah. Tentunya seyum yang tulus ikhlas dari si pemberi senyum, senyum yang benar-benar merupakan sebuah pancaran dari hati sanubari, bukan senyuman yang atas nama selain kasih sayang terhadap sesama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=184&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sikap yang cenderung sangat mudah dilakukan adalah senyum. Meskipun mudah, namun Tuhan menganggap senyum itu adalah sesuatu yang besar, yang di sepadankan dengan suatu amalan ibadah. Tentunya seyum yang tulus ikhlas dari si pemberi senyum, senyum yang benar-benar merupakan sebuah pancaran dari hati sanubari, bukan senyuman yang atas nama selain kasih sayang terhadap sesama.</p>
<p>Sangat mudah untuk mendapatkan senyum dari oraang-orang, tapi itu dulu. Sekarang, sangat sulit untuk bisa menikmati senyum dari banyak orang, senyum yang penuh dengan arti persaudaraan yang hakiki. Bahkan, kalaupun senyum itu bisa kita jumpai, tapi sangat tidak menutp kemungkinan tidak bisa dinikmati.</p>
<p>Dengan hanya kita singgah sejenak di pasar-pasar modern, kita akan sangat mudah mendapatkan senyum dari si pelayan di sana. Senyum seorang pelayan yang sesungguhnya manis, bahkan mungkin sangat manis karena dipadu dnegan kecantikan meraka yang sangat indah. Tapi, apakah kita lantas bisa menikmati senyuman itu sebgai sebuah senyum penuh kasih saynag dan arti persaudaraan? Semoga seperti itu.</p>
<p>Aku, dan mungkin kami, kita semua mengharapkan senyum yang diberikan itu benar-benar senyum yang ikhlas. Bukan hanya sekedar sneyum karena sebuah system, yang sejatinya, tidaka sesuai dengan system pada diri organ si pemberi senyum itu. Dengan penuh pengharapan, senyum yang diberikan oleh makhluk tuhan yang sexi itu, sama nilainya dengan senyuman yang diberikan oleh Mba-Mba, Mbok-Mbok di pasar tradisonal, yang penuh keikhlasan kepada pembeli.</p>
<p>Senyuman yang ikhlas dari mereka yang ada di pasar tradisonal, sanggup menutupi raut muka mereka yang nampak lelah beraktifitas. Senyum yang sungguh membawa ketenangan bagi aku, sang pembeli. Senyum yang penuh dengan arti persaudaraan, dengan uluran tangan dan ucapan terima kasih yang tulus. Sebuah sikap yang keluar dari sebuah system yang fitri, system yang suci, jiwa kemanusian yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=184&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/09/02/senyum-manis-itu-tak-manis-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa lah Nak… Agar Kamu Jadi yang menghargai perbedaan…(Madzhab Cinta)</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/08/29/puasa-lah-nak%e2%80%a6-agar-kamu-jadi-yang-menghargai-perbedaan%e2%80%a6madzhab-cinta/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/08/29/puasa-lah-nak%e2%80%a6-agar-kamu-jadi-yang-menghargai-perbedaan%e2%80%a6madzhab-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 17:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/2010/08/29/puasa-lah-nak%e2%80%a6-agar-kamu-jadi-yang-menghargai-perbedaan%e2%80%a6madzhab-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Puasa, seyogyanya bisa menjadikan ‘pelakunya’ lebih peka terhadap sesama. Dengan lapar dan haus yang dirasakan pada siang hari, selama satu bulan penuh, diharapkan menjadi api yang bisa mematangkan emosi dari orang yang mengerjakannya. Ya, mematangkan emosi dari si shoim dan shoimah. Bisa memahami dan membiarkan atas nama perbedaan kepada orang lain yang tidak sepaham dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=183&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puasa, seyogyanya bisa menjadikan ‘pelakunya’ lebih peka terhadap sesama. Dengan lapar dan haus yang dirasakan pada siang hari, selama satu bulan penuh, diharapkan menjadi api yang bisa mematangkan emosi dari orang yang mengerjakannya. Ya, mematangkan emosi dari si shoim dan shoimah. Bisa memahami dan membiarkan atas nama perbedaan kepada orang lain yang tidak sepaham dengan kita, untuk berjalan sebagaimana keyakinan yang dipeluknya.<br />
Dengan rasa dahaga dan haus yang dirasakan sejak subuh sampai dengan maghrib, diharapkan lahir sebuah ‘mahluk’ yang bernama sympathy dan empaty kepada sesama. Di tengah-tengah menahan haus dan dahaga, sementara di sekitar kita ada sebagian yang tidak berpuasa, karena memang diperbolehkan, menjadikan kita mampu memanaj emosi, sehingga tidak lahir sebgai emosi yang berdampak kepada hal-hal yang negative (lawwamah).<br />
Puasa kita hanya cukup untuk puasa, karena memang itu sudah diwajibkan kepada kita sebagai Hamba-Nya. Kurang ‘pas’ sepertinya ketika kita menuntut ini itu untuk puasa kita.. biarkanlah mereka tidak puasa, mereka makan disiang hari, dan bahkan mungkin sebagian warung makan buka disiang hari. Jadikanlah itu semua menjadi satu keindahan dari puasa yang kita jalani…<br />
Kalaupun berharap itu diperbolehkan, yakinlah janji gusti Alloh itu hak, bahwa akan ada kebahagian bagi orang-orang yang berpuasa…ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Allah… cukup hanya itu….<br />
Bukankah dengan kita memaksakan kehendak kita kepada orang lain untuk berpuasa dan atau menutup warng di siang hari itu, akan menyakiti mereka? Terlebih dengan tindakan-tindakan yang identik dengan kekerasan… Ah, kurang mengena rasanya kita dengan tujuan puasa untuk menahan diri bukan sajah dari haus dan dahaga, melainkan juga nafsu (lawwamah)…<br />
Tanamkanlah husnudzon¸ bahwa mereka membuka warung nasi untuk menyediakan musafir, perempuan haidh, dan saudara-saudara kita yang memang tidak diwajibkan untuk berpuasa.. Untuk meng klaim mereka kafir? Terlalu jauh saya rasa,karena itu bukan kafasitas kita. Nanti Tuhan marah, karena kita sudah merasa menjadi Tuhan untuk memutuskan suatu perkara…<br />
Memang benar, kita dianjurkan (atau bahkan diharuskan) untuk meneladani salah satu asmaul husna, tapi tidak lantas semuanya kita terapkan dalam diri kita. Karena ál Mutakabbir itu bukan seragam kita…. Rahman dan rahim, adalah nama-nama selain al-mutakabbir dalam asmaul husna yang bisa kita praktekkan untuk sesame, bukan hanya sesama manusia, tapi juga sesama makhluk Tuhan… Karena merekapun memiliki hak untuk mendapatkan kasih dan sayang…..<br />
 Wallahu a’lam </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=183&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/08/29/puasa-lah-nak%e2%80%a6-agar-kamu-jadi-yang-menghargai-perbedaan%e2%80%a6madzhab-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebook, Menuntut Kebijakan dari Semua</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/08/02/facebook-menuntut-kebijakan-dari-facebooker/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/08/02/facebook-menuntut-kebijakan-dari-facebooker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 17:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jejaring Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[FB]]></category>
		<category><![CDATA[Harvard]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Zuckerberg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Adalah sebuah kewajaran kiranya, kita ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seorang (kala itu) mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984, Mark Elliot Zuckerberg atau mungkin lebih dikenal dengan nama Mark Zuckerberg. Ucapan terima kasih kepada pemuda kelahiran Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS) itu tidaklah berlebihan (saya rasa) mengingat jasanya kepada ummat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=172&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah sebuah kewajaran kiranya, kita ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seorang (kala itu) mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984, Mark Elliot Zuckerberg atau mungkin lebih dikenal dengan nama Mark Zuckerberg. Ucapan terima kasih kepada pemuda kelahiran Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS) itu tidaklah berlebihan (saya rasa) mengingat jasanya kepada ummat manusia di belahan bumi ini.  Berkat kepiawaiannya, seseorang kini bisa kembali menemukan teman lama yang sangat mungkin sudah lama tidak pernah lagi bertemu. Adalah Facebook atau sering disingkat dengan FB, sebuah maha karya dari Mark Zuckerberg, yang berhasil menuntun seseorang untuk kembali bertemu dengan keluarga, teman atau siapaun yang sebelumnya telah terputus dalam hal komunikasi.  Dengan berbagai fasilitas yang diberikan FB, seseorang dengan sangat mudah mencari teman lama, hanya dengan mengetik nama orang yang ingin dituju (selagi orang yang dituju itu sama-sama memiliki akun FB dengan nama yang sama seperti yang dikenal oleh temannya itu). Dan itu sudah terbukti dengan banyaknya para Facebooker yang mengaku kembali menemukan sahabatnya yang telah lost contack termasuk didalamnya aku. Dan itu membawa kebahagian tersendiri bagi yang bersangkutan.  Selain bisa digunakan sebagai alat untuk mencari sahabat yang telah lama tidak bertemu, dengan FB pun seseorang bisa berbagi dalam segala hal. Entah itu melalui Status yang ditulis di dinding akun, notes yang ditulis di catatan, ataupun komunikasi secara interaktif melalui chet.   Seiring berjalanya waktu, jejaring social bernama FB menjelma menjadi kekuatan raksasa yang dibanjiri oleh Facebooker. Seiring dengan membludaknya Facebooker, berbagai permasalahan muncul kepermukaan, baik itu di intrenal FB itu sendiri maupun yang melibatkan Facebooker. Di beberapa negara, berbagai kasus muncul yang disinyalir berawal dari FB. Entah mencpaai berapa jumlahnya Facebooker yang berurusan dengan hukum, gara-gara lewat FB. Masalah muncul, dari mulai pencamaran nama baik, kasus penculikan, jual beli Ganja sampai dengan gagalnya salah satu peserta ujian karena menggunakan photo dari FB. Yang tidak kalah menghebohkan, mencuat dalam media, seseorang Facebooker yang telah berumah tangga selingkuh dengan teman di FB nya itu.  Selain permasalahan yang melibatkan para Facebooer, masalah juga muncul di intenal FB itu sendiri. Berbagai kalangan menganggap, system keamanan di akun jejaring social itu tidak menjamin kerahasiaan dan bahkan sering kali dapat dibobol dan digunakan untuk tindakan-tindakan yang melawan hokum. Dan secara ksatria, sang Boss pun mengakui akan adanya kesalahan-kesalahan di akun jejaring yang diciptakannya itu. Sebagai bentuk pengakuan tersebut, sekitar akhir bulan Mei 2010 lalu, petinggi FB berkumpul dan menggelar rapat untuk kemudian memperbaiki privasi dari para Facebooker.  Kasus yang paling mencuat (setidaknya di Indonesia), di FB ada yang namanya Kompetisi menggambar Nabi Muhammad. Akibat adanya kompetisi itu, banyak para Facebooker berbondong-bondong untuk me-non aktif-kan dari FB, dan sekaligus “Say Good Bye” dengan jejaring itu.   Kasus-kasus tersebut sudah selayaknya menjadi perhatian sekaligus pelajaran yang amat sangat berharga bagi kita semua, para Facebooker, bahwa perlu adanya keseimbangan dalam berbagai hal. Meskipun kita memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya dalam menuliskan kata-kata, entah itu di dinding ataupun dalam catatan, namun perlu diingat, bahwa hubungan dalam FB adalah hubungan sosial yang saling bersinggungan dengan teman-teman kita di FB. Adab dan tata krama akan lebih harus diperhatikan lagi ketika kita mencoba untuk masuk ke akun orang lain, apakah itu mengomentari Status teman ataupun mengirim pesan ke dinding aku teman kita di FB. Dengan keseimbangan itu, kemudian berimbas kepada prfesionalisme kita dalam segala hal, kondisi dan keadaan… Selamat ber FACEBOOK!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=172&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/08/02/facebook-menuntut-kebijakan-dari-facebooker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalil Lendir</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/07/31/dalil-lendir/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/07/31/dalil-lendir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 12:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Lendir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sabro sekarang nampak selalu berapi-api ketika kegiatan rutinitas kami, ngerokok, ngopi, ngemil singkong rebus digelar setiap saat. Denger-denger siyh, Sabro kini telah memiliki pujaan hati, sang kekasih hati. Senang rasanya melihat temen ku senang. Tapi sampai saat ini aku dan Sapri  belum pernah  tau siapa perempuan yang berhasil dikadali sama si Sabro itu. Sempet dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=168&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabro sekarang nampak selalu berapi-api ketika kegiatan rutinitas kami, ngerokok, ngopi, ngemil singkong rebus digelar setiap saat. Denger-denger siyh, Sabro kini telah memiliki pujaan hati, sang kekasih hati. Senang rasanya melihat temen ku senang. Tapi sampai saat ini aku dan Sapri  belum pernah  tau siapa perempuan yang berhasil dikadali sama si Sabro itu.</p>
<p>Sempet dapat kabar dari temen-temen lain, kalau sabro ternyata pacaran sama perempuan yang sudah bersuami, istri orang. Deer…. Apa betul Sabro sebedebah itu? Ah, itu hanya orang-orang yang syirik saja dengan Sabro, pikirku.</p>
<p>Sabro masih sering bergumul dengan aku dan Sapri. Tapi memang beberapa moment yang biasanya kita habiskan ber tiga, Sabro mengajukan surat cuti, karena “Aku mao indehoy dulu, Kang, pri,”katanya.</p>
<p>Tanpa disengaja, aku dan Sapri ngeliat Sabro di suatu tempat yang sejatinya tempat baru yang kami datangi. Ngeliat Sabro menggandeng mesra seorang yang aku yakin adalah berjenis kelamin perepuan, kami berniat untuk menjaili Sabro. Tapi sekitar 10 meter dari arah Sabro, kami mengurungkan niat untuk menjaili si Sabro, dan berniat untuk memanggil Sabro ke kontrakan ku esok harinya.</p>
<p>Persis setelah ashar, Sabro datang ke kontrakan ku dengan gayanya yang khas. “Gimana kabar Kang, Pri? Kemarin main kema..?” belum juga Sabro beres ngomong, tau-tau Sapri nyerobot omongnnya. “Bro, ternyata bener yang aku dengar selama ini. Kamu pacaran sama isri orang Bro?” sambar Sapri memotong omongan Sapri. “Lha, maksudnya apa ini kang? Koq Sapri jadi kesurupan begini ini bagaimana Kang?” kata Sabro sperti biasa ketika di hantam sapri.</p>
<p>“Jangan banyak omong kamu Bro. sekarang juga, kamu hentikan hubungan kamu dengan istri orang itu, kecuali kalau kam…” kali ini Sabro yang memotong “Kecuali kalau kamu apa? Kamu ini syirik Pri, sama aku? Mau aku hubungan sama istri orang atau pun sama siapa itu, itu hak saya Pri. Itulah misteri cinta, Pri. Asal kamu tau, perempuan itu hanya medapatkan Cinta dari aku. Dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari suaminya,”sergah Sabro.</p>
<p>“Heh Bangsat, kamu bilang itu Cinta? Cinta Tai kucing kau bilang. Madzhab Cinta mana yang kamu pake, hah?”</p>
<p>“Asal kamu tau Pri, tidak ada seorang pun yang bisa mengendalikan hati, tidak ada satu orang pun. Camkan itu,”balas Sabro</p>
<p>Aku yang dari tadi cuma jadi pendengar, mencoba angkat bicara. “Bro,  aku ngga tau apa itu madzhab Cinta, filosofis Cinta itu seperti apa, tapi Bro, coba kamu posisikan diri kamu sebagai suami dari perempuan itu. Kamu mencintai istri kamu, tapi ada laki-laki lain yang mencoba masuk. Bagaimana kalau seperti itu?” paparku</p>
<p>“Kang, sudah lah Kang jangan banyak omong. Yang pasti aku cinta pacarku, dan pacarku pun cinta sama aku. Apakah dia punya suami, persetan dengan itu,”balas Sabro.</p>
<p>“Anjing Kau Bro! keluar kau dari kontrakan ku dan jangan sekali-kali injak lagi konrakan ku ini,”dampratku ke Sabro ngga bisa nahan emosi.</p>
<p>“Bro, asal kamu tau, dulu aku pasang badan ngebela kamu. Tapi sekrang, aku di garis depan melawan kamu,”timpal Sapri.</p>
<p>“Bangsat semua kalian berdua! Yang ada Syirik di kalian semua. Tidak sudi, aku jadi temen kalian yang memiliki penyakit Syirik yang akut,”tidak mau kalah Sabro mengumpat kami.</p>
<p>“Anjing kau, enyah dari sini!” kata Sapri Sambil melayangkan kepalan tangan ke arah muka Sabro. Sabro, yang mendapatkan bogem metah dari Sapri dengan terhuyung meninggalkan kontrakan aku.</p>
<p>Setelah kejadian itu, kami tidak pernah lagi ketemu Sabro. Kata temen-temen di kontrakan nya pun, Sabro sudaha pindah…</p>
<p>Ah Sabro, demi Tuhan, bukan maksud kami untuk menyakiti kamu Bro. Demi Tuhan, kami hanya tidak mau kamu berjalan di jalan yang tidak terpuji Bro. Hanya itu. Kami menyayangi kamu Bro, dan kami akan membela kamu sampai kapan pun, asal tidak untuk memacari istri orang dengan menggunakan dalil untuk lendir, Bro&#8230;.</p>
<p>Sabro, semoga kau baik-baik saja. do’aku untuk mu Bro</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=168&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/07/31/dalil-lendir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Neng Inin???</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/07/30/neng-inin/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/07/30/neng-inin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Inin Nastain]]></category>
		<category><![CDATA[Neng]]></category>
		<category><![CDATA[salah tangkap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa yang ada dipikiran kedua orang tua ku dulu saat memberi nama aku, anak bungsunya. Yang pasti, setelah aku di beri gelar dengan ‘Inin’ aku merasa jadi berdosa sama orang-orang yang mengenal ku. Orang-orang yang baru mengenal nama ku (entah itu dari temen ku atau dari siapa), dan belum tahu fisik ku, mereka tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=164&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah apa yang ada dipikiran kedua orang tua ku dulu saat memberi nama aku, anak bungsunya. Yang pasti, setelah aku di beri gelar dengan ‘Inin’ aku merasa jadi berdosa sama orang-orang yang mengenal ku. Orang-orang yang baru mengenal nama ku (entah itu dari temen ku atau dari siapa), dan belum tahu fisik ku, mereka tidak jarang mengganggap aku ber jenis kelamin perempuan. Entah juga apa emang nama ‘Inin’ itu mesti disandang oleh makhluk pendamping Adam atau ada alasan lain lagi.</p>
<p>Ketika masuk di Perguruan Tinggi, sebagai perkenalan, Dosen mengabsent dengan memanggil nama sekaligus si Mahasiswa suruh angkat tangan dan berdiri. Yang lain lancar-lancar saja, tapi ketika nama aku di panggil, ada sedikit incident. “Mas, bukan Sampeyan, Mas. Tapi Mba Inin” entah alasan apa, koq Dosen ku jadi sok tau seperti itu. “Inin itu nama ku, Pak. Nama Aku Inin Nastain” jawab aku sambil sedikit mringis karena temen-temen satu kelas ngedadak nengok ke arahku.</p>
<p>Salah ‘tangkap’ terulang ketika aku dah lulus dari yang namnya Universitas. Pimpinan ku di tempat aku cari duit sempet nelepon aku untuk minta laporan. Eh dengan gagahnya dia ngomong “Mas, Mba Inin nya mana Mas?” kurang ajar sekali aku pikir ini orang “Inin itu Aku, Mas. Aku khan dah ngirimin Curuculum Vitae ku. Di sana tercantum Laki-laki, koq malah Mba Inin?” Protest aku sama atasan yang semula hendak minta laporan.</p>
<p>Dan itu ternyata bukan yang terakhir kali. Ketika aku berubah jadi manusia ‘Gaul’ dengan berkecimpung di dunia maya, entah itu FB (<a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1100051494&amp;ref=search#%21/profile.php?id=1619216022">http://www.facebook.com/profile.php?id=1100051494&amp;ref=search#!/profile.php?id=1619216022</a>), FS (<a href="http://profiles.friendster.com/user.php">http://profiles.friendster.com/user.php</a>) dan komunitas-komunitas lainnya, aku masih sering kali di ‘tuduh’ sebagai manusia berjenis kelamin Perempuan “Terimaksih sudah nge add, Mba Inin” adalah salah satu ucapan terima kasih dari seorang  temen di FB yang baru aku add. Dan ketika aku ngomentari salah satu STATUS temen ku di FB, eh malah di jawab <a href="mailto:?inin@eehhh%20ada%20c%27neng%20yah..??%20yah%20nech%20tth%20dh%20smngt">inin@eehhh ada c&#8217;neng yah..?? yah nech tth dh smngt</a> cyaaahhh Neng…</p>
<p>Ketika aku masuk di Bloog (<a href="http://www.kompasiana.com/abes">http://www.kompasiana.com/abes</a>) dan sempet ngomentari salah satu catatan dari salah satu Blogger, kejadian itu terulang lagi. “siap nyuri waktu mba ini….heheheh… ” adalah balasan dari sang pemilik artikel yang aku komentari. Sama seperti tragedy sebelumnya, aku pun protes “Siap!!<br />
Tapi Maaf, Bunda… aku laki-laki tulen… ”. Setelah aku ‘melayangkan protes,’ sang Blogger pun mengklarifikasi sapaannya dengan “aduuh…maaf mas inin…hihihi… okeh…mari kita lanjutkan mncuri wktu..tetap semangat nulis kaan…. ”</p>
<p>Bahkan yang keitung parah dan aku juga jadi sangat <em>kagugu </em>(sekaligus mangkel), ada salah seorang temen di FB, dengan jenis kelamin Laki-laki terus-terusan ngerayu aku dengan embel-embel “Neng Cantik”  weleh-weleh… (padahal FB ku pake fhoto asli ku)</p>
<p>Tapi tak apalah… diem-diem dibalik dongkol dan geli dengan panggilan ‘Mba’ dan ‘Neng,’ aku ambil kesimpulan, nama “Inin” ku, siapa tau bisa bawa HOKKY (Bener ga ejaannya ya? hehe) ya, Inin bawa KEBERUNTUNGAN</p>
<p>(Buwat temen-temen yang salah satu petikannya di cantumkan di sini, hehehe, ijin ikut ambil potongan tulisannya)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=164&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/07/30/neng-inin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana KECAP MAJALENGKA ku?</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/07/17/kemana-kecap-majalengka-ku/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/07/17/kemana-kecap-majalengka-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 17:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka;kecap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, di kota tempat ku sekarang tinggal, Subang, digelar peringatan hari Koprasi, yang digelar selama dua hari dari kamis kemarin. Peringatan hari koprasi kali ini dianggap istimewa karena kali pertama dilaksanakan di luar Bandung sebagai Provinsi Jawa-Barat. Pejabat-pejabat dari seluruh kabupaten hadir untuk peringatan Hari koprasi yang digelar di alun-alun Subang. Mentri Koprasi adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=157&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, di kota tempat ku sekarang tinggal, Subang, digelar peringatan hari Koprasi, yang digelar selama dua hari dari kamis kemarin. Peringatan hari koprasi kali ini dianggap istimewa karena kali pertama dilaksanakan di luar Bandung sebagai Provinsi Jawa-Barat. Pejabat-pejabat dari seluruh kabupaten hadir untuk peringatan Hari koprasi yang digelar di alun-alun Subang. Mentri Koprasi adalah salah satu tamu kehormatan, selain pejabat dari Provinsi.</p>
<p>Berbagai produck khas dari seluruh kabupaten/kota dipamerkan pada peringatan hari koperasi itu. Tidak terkecuali, produck dari Majalengka yang merupakan daerah kelahiran ku. Di sana, Stand Majalengka diisi dengan sebuah kerajinan tangan yang berbahan baku dari Koran. Dari tangan seorang ‘seniman’, Kang Jalu, limbah Koran itu mampu disulap menjadi karya yang memiliki nilai jual dan bahkan nilai seni. Dari limbah Koran itu, Kang Jalu mampu menciptakan sebuah hiasan lampu, miniature sepeda, mobil dan lain-lain.</p>
<p>Asyik ngobrol dengan Kang Jalu,  ada salah seorang pengunjung yang mendatangi Stand Majalengka ku. “Kang, Kecap na mana? Hoyong KECAP MAJALENGKA (Kang Kecap nya mana? Pengen KECAP MAJALENGKA)”</p>
<p>“Deek” aku merasa ada sesuatu yang hilang. Iya, Majalengka ku adalah kota yang terkenal dengan Kecap. Ketika Cirebon terkenal dengan Trasi Udang, Sumedang dengan Tahu, maka Majalengka adalah Kecap. Tapi, pada acara akbar tingkat Provinsi itu, aku ngga liat keberadaan penyedap rasa dengan warna hitam itu. “Kecap teu aya Pak. Teu ngiringan (Kecap ngga ada Pak. Ngga ikutan).” Demikian jawab pejabat dari Dinas Koprasi dari Majalengka.</p>
<p>Masih ingat sekali dalam benakku, beberapa tahun yang lalu, ketika masih diem di Jogja. Setiap kali aku pamitan sama temen-temen kost an untuk pulang ke Majalengka, mereka selalu “Jangan lupa bawa Kecap” itu kata-kata yang diucap oleh temen-temen dari berbagai daerah, bahkan dari Thailand. Ada sebuah kebanggaan tersendiri bagi aku, ketika mereka mengenal KECAP MAJALENGKA. Entah apa itu kebanggaannya, yang pasti, aku merasa berbinar-binar ketika mendengar temen-temen ku ngucap “KECAP MAJALENGKA nya mana?”</p>
<p><a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/1448693_kecap.jpg"></a>Tapi, ketika ada moment “pementasan” produck terbesar di Jawa-barat, produck yang selalu menjadi “wasiat” dari temen-temen ku itu tidak nampak menghiasi stand Majalengka. Kemanakah KECAP MAJALENGKA ku?</p>
<p>Dengan langkah sedikit kecewa, aku tinggalkan Stand Majalengka di alun-alun Subang itu. Aku merasa sakit hati, kenapa KECAP MAJALENGKA tidak menampakkan wujud diacara hari koprasi yang diikuti oleh semua kabupaten/kota se Jawa-Barat itu? Bahkan mentri pun hadir diacara itu. Mungkinkah, KECAP MAJALENGKA KU TELAH LENYAP? AH, AKU YAKIN TIDAK!!</p>
<p>KECAP MAJALENGKA KU…..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=157&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/07/17/kemana-kecap-majalengka-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Mendekapmu</title>
		<link>http://niesta.wordpress.com/2010/07/10/aku-inging-mendekapmu/</link>
		<comments>http://niesta.wordpress.com/2010/07/10/aku-inging-mendekapmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 12:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abes08</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dekap]]></category>
		<category><![CDATA[Pipit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niesta.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh aku ingin menjadi sosok Siti Khodijah, yang mampu menenangkan Muhammad SAW, ketika kau dalam gundah. Ingin aku tenangkan hatimu dalam dekapanku.. Sungguh, aku ingin menjadi seperti Abu Thalib yang siap pasang badan ketika kaum Quraisy mengancam keselamatan Muhammad SAW. Ingin aku lindungi kau dengan sebilah pedangku. Kehangatan pelukan burung pipit pada anaknya yang kedinginan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=150&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh aku ingin menjadi sosok Siti Khodijah, yang mampu menenangkan Muhammad SAW, ketika kau dalam gundah. Ingin aku tenangkan hatimu dalam dekapanku.. Sungguh, aku ingin menjadi seperti Abu Thalib yang siap pasang badan ketika kaum Quraisy mengancam keselamatan Muhammad SAW. Ingin aku lindungi kau dengan sebilah pedangku.  Kehangatan pelukan burung pipit pada anaknya yang kedinginan, ingin aku memperlakukan kau seperti itu. Agar kau tetap tenang dalam menjalani hidup. Kegagahan macan mendekap mesra anaknya yang masih belia, ingin aku melindungimu dari serangan orang-orang yang mengancammu, yang membuat kau menagis.  Tapi aku bukan manusia bebas yang bebas berkehandak untuk menjadi seperti Siti Khadjah, Abu Thalib, burung pipit dan macan…  Aku hanya mampu sampaikan salam pada Tuhan… biarlah Tuhan yang melindungi, mendekap, menjaga membelai dan memeluk mu sepenuh hati…. Munajatku, semoga Tuhan senantiasa menjagamu untuk terus semerbak, meskipun mentari telah menggantikan semburat sinar pagi dengan indahnya kilauan embun pagi….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niesta.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niesta.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niesta.wordpress.com&amp;blog=5955178&amp;post=150&amp;subd=niesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niesta.wordpress.com/2010/07/10/aku-inging-mendekapmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9dfcdfec432fe299cbb06c8944ad07f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abes08</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
